Info Sekolah
Monday, 19 Jan 2026
  • SELAMAT DATANG DI MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI SINGKAWANG
  • SELAMAT DATANG DI MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI SINGKAWANG
19 January 2026

“Dari Lapangan Upacara untuk Masa Depan: Disiplin dan Menghargai sebagai Fondasi”

Mon, 19 January 2026 Dibaca 22x Uncategorized

Pagi Senin, 19 Januari 2025, halaman MIN Singkawang kembali menjadi saksi hadirnya disiplin dan kebanggaan. Seluruh siswa dari kelas 1 hingga kelas 6, para guru, serta tenaga kependidikan berdiri rapi dalam barisan yang tertata. Tidak ada hiruk pikuk, tidak ada suara yang melampaui batas—semua seakan sepakat bahwa hari itu adalah panggung untuk menunjukkan karakter terbaik madrasah.

Ibu Eny Artiani, S.Pd, yang bertindak sebagai pembina upacara, tampil dengan ketegasan yang berwibawa. Suaranya mengema teratur, jelas, dan penuh keyakinan. Dalam amanatnya, beliau menegaskan kembali dua fondasi yang tak boleh ditawar dalam kehidupan siswa: disiplin dan menghargai.

Disiplin, menurut beliau, bukan sekadar datang tepat waktu atau tertib dalam barisan, tetapi kesadaran untuk bertanggung jawab atas setiap langkah dan pilihan. Sementara sikap menghargai adalah kunci agar setiap hubungan—baik antarteman, antara siswa dan guru, maupun dalam keluarga—tetap hidup dalam rasa hormat dan kebaikan.

Seluruh rangkaian upacara berlangsung lancar, tertib, dan penuh kekhidmatan. Gerakan pasukan pengibar bendera berjalan presisi, lantunan doa mengalun khusyuk, dan seluruh peserta mengikuti setiap tahapan tanpa cela. Di wajah para siswa, tampak jelas bahwa nasihat yang disampaikan bukan sekadar kata-kata, tetapi nilai yang benar-benar ingin mereka jadikan pegangan.

Upacara hari itu menegaskan satu hal: MIN Singkawang bukan hanya mencetak siswa yang cerdas, tetapi juga membina karakter yang kokoh. Dengan disiplin yang dijaga dan sikap saling menghargai yang terus ditumbuhkan, madrasah ini melangkah pasti menuju generasi yang lebih matang, beradab, dan berakhlak mulia.

Sebuah pagi yang sederhana, namun meninggalkan kesan, kuat bahwa bangsa yang besar dibangun dari karakter yang tertanam sejak dini.

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar